Tugas Makalah   Leave a comment

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.      Latar Belakang

 

Sejarah adalah pengetahuan masa lampau ( a knowledge of the past ). Terutama sejarah manusia yang berhubungan dengan kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau seperti asal-usul ( keturunan ) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.atau mengenai hasil karya manusia. Adapun ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan. Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak” (Wenger, 2002: 4). Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen: 1. Berdasarkan lokasi atau tempat wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. 2. Berdasarkan Minat. 3. Berdasarkan individu dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.

Komunitas Sejarah merupakan sekelompok individu yang memiliki kepentingan, minat atau ketertarikan yang sama mengenai sejarah. Di Indonesia sendiri terdapat puluhan bahkan ratusan komunitas sejarah yang tersebar dari pelosok desa hingga ke kota. Komunitasnya pun beragam seperti: sejarah transportasi, arsitektur, musik, makanan, dll. Adapun hal yang melatar belakangi terbentuknya komunitas sejarah seperti:

1. Telah terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas warisan sejarah dan budaya yang ditandai dengan hancurnya sebagain besar bangunan bersejarah.

2. Telah terjadi penurunan penghargaan dan kepedulian sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap natural heritage dan culutral heritage.

3. Kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarakat, terhadap heritage sebagai akibat dari rendahnya kesadaran sejarah dan budaya.

4. Fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelajaran sejarah sebagai media pengenalan heritage tidak lagi menjadi trend, tetapi menjadi nomor kesekian dari prioritas serta pilihan banyak orang.

5. Stigma negatif bahwa mahasiswa lulusan sejarah memiliki masa depan suram telah menjadi momok bagi masyarakat. Karena tidak banyak perusahaan yang mempekerjakan mereka.

 

            Dari beberapa hal tersebutlah yang melatarbelakangi berdirinya komunitas sejarah yang merupakan tindak kepedulian individu atau masyarakat yang mendirikan komunitas sejarah sebagai bagian dari kepedulian akan melestarikan budaya sendiri.


1.2.      Maksud dan Tujuan

1.2.1.   Maksud

Berkaitan dengan judul dan uraian tersebut, maka maksud dari penulisan Makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Menjabarkan mengenai komunitas sejarah di Indonesia

2. Manfaat adanya komunitas sejarah di Indonesia

3. Perkembangan komunitas sejarah di Indonesia.

 

1.2.2.   Tujuan

Tujuan dari penulisan Makalah ini adalah sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jakarta.

 

 BAB II

KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA

 

2.1.      Dasar Permasalahan

Kini, di saat era globalisasi semakin membumi, tuntutan pembangunan di berbagai bidang menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh setiap bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Di negara kita, ada yang dilupakan oleh semua komponen bangsa ini, bahwa disela-sela pembangunan fisik, seharusnya secara pararel dilakukan pembangunan jiwa-nya. “…bangunlah jiwa-nya, bangunlah badan-nya…” begitulah seperti yang termaktub di dalam lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Kenapa jiwa memiliki urutan pertama? Karena jiwa lah yang menjadi pijakan sekaligus pendorong kuat bagi ketahanan mental bangsa ini. Ini teruji pada bangsa lain. Berbeda dengan di negara kita. Kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegara bahwa kesatuan dan persatuan Indonesia hanya bisa terwujud melalui pemahaman (jiwa) sejarah bangsanya sendiri, belum sama sekali menjadi prioritas pembangunan nasional, apalagi tertanam di dalam jiwa dan pikiran.

 

Bahkan, ada hal sangat yang berbeda pada diri bangsa Indonesia. Kini, tidak saja generasi tua yang telah menjadi korban, tetapi juga generasi muda sudah mulai melupakan sejarah, bahkan lari meninggalkan sejarah. Mereka lebih memilih modernisasi dan melupakan tradisi, mereka mengagungkan globalisasi tetapi melupakan lokalitas, mereka menjiwai masa kini tapi melupakan bahkan meremehkan masa lalu. “Untuk menghancurkan suatu bangsa/negara, maka hancurkan ingatan (sejarah) generasi mudanya!” Inilah petaka itu. Berbahaya! (Asep Kambali).

 

2.2.            Maksud dan Tujuan

Komunitas Historia Indonesia (KHI) merupakan satu dari banyaknya komunitas sejarah yang tersebar di Indonesia. Tujuannya adalah sama memberikan informasi kepada masyarakat terhadap situs-situs sejarah yang ada di lingkungan sekitarnya.


1. Telah terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas warisan sejarah dan budaya (heritage) yang ditandai dengan hancurnya sebagain besar bangunan bersejarah di Indonesia.

2. Telah Terjadi penurunan penghargaan dan kepedulian sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap natural heritage dan culutral heritage.

3. Kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarakat Indonesia, terhadap heritage sebagai akibat dari rendahnya kesadaran sejarah dan budaya.

4. Fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelajaran sejarah sebagai media pengenalan heritage tidak lagi menjadi trend, tetapi menjadi nomor kesekian dari prioritas serta pilihan banyak orang.

5. Stigma negatif bahwa mahasiswa lulusan sejarah memiliki masa depan suram telah menjadi momok bagi masyarakat. Karena tidak banyak perusahaan yang mempekerjakan mereka.

6. KHI memiliki posisi strategis sejak delapan tahun silam. Mahasiswa lulusan sejarah, antropologi, arkeologi, dan ilmu humaniora lain dikumpulkan, dibina dan diberikan pengalaman menjadi personal yang handal dan trampil dibidangnya dan siap terjun ke masyarakat.

7. Melalui kegiatan yang mengedepankan konsep, jalan-jalan, belajar dan bersenang-senang, diharapkan sejarah tidak lagi membosankan, bikin ngantuk, garing dan ngebetein tetapi, sejarah dikemas menjadi menarik, menyenangkan dan gaul.

8. Setelah mengikuti kegiatan-kegiatan yg KHI selenggarakan, diharapakan tumbuh kesadaran sejarah dan budaya masyarakat, terutama bagi kalangan generasi muda.

9. Sejarah menyangkut jati diri dan identitas suatu bangsa, ketika sejarah dilupakan/dihilangkan/ditinggalkan, maka bangsa itu mudah dikendalikan bangsa lain. Maka Nasionalisme salah satunya secara dominan hanya bisa ditumbuhkan melalui pendidikan Sejarah dan Budaya.

 

2.3.      Visi dan Misi Komunitas Historia Indonesia (KHI)

 

Visi KHI adalah membangun kesadaran sejarah dan budaya masyarakat Indonesia yang terwujud dalam Nasionalisme & Patriotisme.

Misi KHI adalah mewujudkan program-program yang rekreatif, edukatif dan menghibur.

1. Melalui kegiatan rekreasi (empirik), yaitu dengan mengunjungi langsung situs sejarah/budaya atau museum. Melalui proses ini pemahaman sejarah akan mudah dicerna, diingat dan melekat.

2. Melalui kegiatan yang mendidik (edukasi). Sejarah dan budaya mengandung unsur pengetahuan dan hikmah yang harus disampaikan agar setelah mempelajarinya, masyarakat memperoleh kemampuan kognisi, afeksi dan behavoiur yang menumbuhkan jiwa kritis-analisis.

3. Melalui kegiatan yang menghibur (entertainment), suasana jadi menyenangkan dan menggairahkan.

 

                      Gambar 1. Logo Komunitas Historia Indonesia

 

2.4.            Program-Program Komunitas Historia Indonesia (KHI)

 

Program yang kita sajikan ini merupakan program interdisipliner, terutama memadukan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam ilmu sosial. Dengan meracik unsur rekreasi-empirik, edukasi dan hiburan, program ini menjadi menarik, bermanfaat dan fun. Tidak hanya itu, ketiga ranah pendidikan “Bloom” juga menjadi tujuan akhir yang harus dicapai. Sehingga, perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta (didik), seperti anak-anak usia sekolah, menjadi landasan dan tujuan dasar program ini.

 

Kita akan menelusuri gedung-gedung tua, danau-danau purba, gua bersejarah, kampung-kampung tua, jalan, situs-situs sejarah, kota tua, dan museum di kawasan bersejarah dan budaya yang menjadi milik bangsa sebagai warisan dunia. Kita akan berdiskusi dan bertukar pikiran, nonton film tempo doeloe dan makan-makan kuliner heritage kita. Sebenarnya, program ini biasa dipadukan dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan, tempat makan-makan, dan tempat belanja. Lebih menyenangkan jika dilakukan beberapa hari.

          

Gambar 2. Perkampungan Cina                     Gambar 3. Rumah Si Pitung

Gambar 4. Museum Fatahilla Kota Tua

 

 BAB III

PENUTUP

 

3.1.            Kesimpulan

 

Sejarah merupakan bentuk pengetahuan masa lampau yang merupakan kejadian atau peristiwa yang menghebohkan atau tidak biasa dan sulit untuk dipahami. Karena dengan mempelajari sejarah manusia bisa melihat asal-usul dan peristiwa yang telah berlalu. Pada zaman modern seperti sekarang ini banyak situs-situs sejarah yang tidak terawat atau hilang oleh pembangunan yang semakin kompleks, banyak dari masyarakat khususnya anak muda yang melupakan sejarah negaranya sendiri. Hal inilah yang menjadikan terciptanya komunitas sejarah yang mengekplorasi kekayaan sejarah untuk dipelajari. Namun, dengan cara-cara yang mengasyikan seperti berwisata sambil mempelajari sejarah.   

 

3.2.      Saran

 

1. Komunitas sejarah sebaiknya bukan hanya memberi informasi saja tetapi juga melatih

    bagaimana cara menjaga situs-situs sejarah.

2. Mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya di sekitaran situs agar mengetahui

    informasi tentang situs dan selanjutnya merawat serta menjaganya.

3. Peranan serta individu yang tergabung dalam komunitas untuk turut mensosialisasikan kepada masyarakat di sekitaran rumahnya, serta merawat dan menjaga situs-situs sejarah. 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

– Widyosiswoyo, Supartono. 2006. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Universitas Trisakti.

– Heuken, Adolf SJ. 1999. Sumber-sumber Asli Sejarah Jakarta. Jakarta: Cipta Loka Caraka.

– Komunitas Historia Indonesia

http://www.komunitashistoria.org/

– Wikipedia.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah

http://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas

Posted 1 June 2012 by kmk3123hendra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: